Bismillah...
Buku ini ditulis dengan lembut tapi tajam. Berisi hal-hal yang perlu diketahui dalam ber-ukhuwah. Tidak hanya mengenali saudara seiman tapi mengenali diri sendiri dengan penuh kejujuran. Tidak hanya menegakkan kebenaran tapi juga dilakukan dengan kepekaan.
Di buku ini disajikan kisah-kisah yang bisa dijadikan rujukan. Dibubuhi pula dengan puisi sebagai bahan renungan.
Ada kisah Sultan Al-Manshur Saifuddin Qalawun. Yang menjalani hidup dengan perkataan: 'Kami tak tahu apakah ini rahmat ataukah musibah. Kami hanya bersangka baik kepada Allah.' Ada juga kisah orang yang terluka dalam ukhuwah. Agar kita mengenali diri mereka atau mungkin justru diri kita.
Untuk menguatkan ukhuwah, penulis buku ini mengajak kita untuk bercermin. Tapi tidak seperti Narcissus, kita diharapkan dapat bercermin dengan iman di dada. Dan jika ada yang salah dengan bayangan di dalam cermin, maka yang harus diperbaiki bukanlah bayangan itu apalagi cermin itu, tapi orang yang berdiri di depan cermin.
-------------
karena beda antara kau dan aku sering jadi sengketa
karena kehormatan diri sering kita tinggikan di atas kebenaran
karena satu kesalahanmu padaku seolah menghapus sejuta kebaikan yang lalu
wasiat Sang Nabi itu rasanya berat sekali:
"jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara"
-------------
Judul buku : Dalam Dekapan Ukhuwah
Penulis : Salim A. Fillah
Penerbit : Pro-U Media
Tebal : 472 hlm
Harga : Rp. 74.000
Marketer : 7DD31593 (BB)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar